Daftar PertanyaanCategory: Sakramen EkaristiMengapa 17 Agustus menjadi Hari Raya Wajib di Indonesia?
Ria SugembongRia Sugembong asked 1 year ago

Kenapa 17 Agustus menjadi Hari Raya Wajib misa di Indonesia?
Padahal untuk Hari Raya Wajib, kita wajib pergi Misa, sementara masih banyak orang yang tidak pergi pada hari tersebut, apalagi kalau Hari Raya Wajib jatuh bukan pada hari Minggu. Dengan menambahkan Hari Raya Wajib, bukannya menambah beban dosa umat Katolik di Indonesia?

1 Answers
Friesca SaputraFriesca Saputra answered 1 year ago

Halo, Ria!

Di Indonesia, pada umumnya berlaku sepuluh hari raya wajib sebagaimana tercantum dalam Kitab Hukum Kanonik (Kan 1246 § 1); atau hari raya (solemnitas)—yang jatuh pada hari libur Nasional yang bukan hari Minggu—menjadi hari raya wajib (holy days of obligations).

Menurut MAWI (sekarang KWI) 1972, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dirayakan sebagai hari raya (solemnitas), dirayakan di hari tersebut atau dipindahkan ke hari lain (Minggu) sekitar tanggal tersebut. (Sumber: Ernest Maryanto. Kamus Liturgi Sederhana. Yogyakarta: Kanisius, 2004.) Dalam artian tertentu, hal ini memang hak prerogatif Uskup setempat, berdasarkan Kitab Hukum Kanonik (Kan. 1244 § 1, 1246 § 2).

Walaupun sebagai orang Katolik kita memiliki iman yang sama, penyembahan yang sama, dan hukum yang sama, ada hal-hal yang bervariasi dari daerah ke daerah. Hari raya wajib (holy days of obligations) masuk ke dalam kategori variasi ini. Di Indonesia, ada banyak hari raya (solemnitas) yang dipindahkan ke hari Minggu terdekat, tetapi ada juga yang tidak.

Yang perlu diingat, Ekaristi berarti pengucapan syukur. Sebuah keistimewaan bagi setiap orang Katolik, dan kita diundang untuk ambil bagian dengan sukacita. Juga, kemerdekaan adalah anugerah istimewa dari Allah. Maka, rasanya tidak ada cara yang lebih baik daripada Ekaristi untuk mengucap syukur atas rahmat itu.

Bitnami