#TanyaKrismapedia

“Kebiasaan artinya sesuatu itu udah jadi hal yang biasa. Maka, jangan kaget kalau kebiasaan buruk ngga hilang dalam waktu semalam. Ada proses panjang yang harus dilalui karena kamu harus ngeformat ulang semua kebiasaan itu. Kabar baiknya, semakin cepet kamu memulai semakin baik. Pada dasarnya, kamu perlu mengkondisikannya supaya kamu tidak jatuh dan jatuh lagi dalam kebiasaan buruk itu. Untuk itu butuh tekad, dukungan orang lain dan rahmat Tuhan.

Pertama, kamu perlu introspeksi, tahu dulu apa akar dari kebiasaan itu. Apa situasi-situasi yang bakal bikin kamu jatuh. Kamu perlu akui kelemahan-kelemahanmu.

Kedua, kamu perlu menghindarinya. Setelah tahu apasaja penyebabnya, kamu perlu jaga jarak dengan situasi-situasi yang bakal membuatmu jatuh. RUN FROM IT!

Ketiga, bentuk lingkunganmu. Kamu punya pilihan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Baca buku-bukuyang lebih baik, pilih temen yangbaik, buat komitmen dan disiplin baru, doa, Misa harian kalau perlu, dsb. Lingkunganmu bakal membentukmu.

Keempat, mantapkan tekad. Ini mau ngga mau, kamu harus ngga gampang nyerah sama keadaan, kamu perlu gigih dan fokus sama tujuanmu yaitu menghilangkan kebiasaan ini!

Kelima, miliki pegangan hidup yang kuat dan kokoh, yaitu Tuhan sendiri dan semua ajaranNya. Karena kita umat Katolik, kita percaya pada iman dan ajaran Gereja dan sakramen-sakramen yang menjadi tanda dan sarana rahmat Tuhan. Maka, sering-seringlah baca Kitab Suci, ajaran Gereja, dan terima Sakramen-sakramen yang udah disediakan. Jangan lupa berdoalah dan selalu memohon rahmatNya buat mampu melawan kebiasaan buruk itu. Semoga berhasil!”

Kategori

REKOMENDASI

Min, kenapa Paskah identik dengan telur?

Telur Paskah berkembang dari tradisi-tradisi lokal yang menghubungkan telur dengan Paskah. Agak sulit mengetahui pastinya dari mana. Sebagai contoh di waktu silam, ada daerah-daerah tertentu dimana penduduknya punya kebiasaan saling

Go to Top