#TanyaKrismapedia

“Liberation theology” atau “Teologi pembebasan” memang sempat diperdebatkan. Sebetulnya tujuannya adalah memperjuangkan kaum-kaum kecil dan miskin agar hak-haknya diperhatikan. Jadi, dalam teologi pembebasan, nilai-nilai Kristiani diikutsertakan dalam politik praktis untuk membela kaum-kaum tertindas.

Sebetulnya tidak salah, karena Kristus pun dulu datang untuk memperhatikan kaum-kaum tertindas. Nah, tapi masalahnya mulai datang saat ‘teologi pembebasan’ ini dicampuradukkan dengan paham Marxism. Marxism ( yang diambil dari Teori Karl Marx ) sendiri sudah dipraktekkan di beberapa negara dengan hasil yang mengerikan.

Apa tuh Marxism? Prinsip Marxism adalah saling berbagi dengan setara, yang mengontrol adalah pemerintah. Untuk melakukan prinsip ini, maka semua fondasi-fondasi yang sekarang sudah tertata, yaitu agama, keluarga, kebebasan berpendapat, hak milik pribadi, dan demokrasi harus diubah total.

Teologi pembebasan dengan embel2 Marxism inilah yang sempat ditentang oleh Cardinal Joseph Ratzinger ( Paus Benediktus XVI). Gereja Katolik sendiri prinsipnya selalu mau memperjuangkan hak-hak orang kecil, tapi cara yang dipakai ya harus sesuai dengan kebenaran ajaran Kristus yang berpusat dengan prinsip Kasih.

Kategori

REKOMENDASI

Min, kenapa Paskah identik dengan telur?

Telur Paskah berkembang dari tradisi-tradisi lokal yang menghubungkan telur dengan Paskah. Agak sulit mengetahui pastinya dari mana. Sebagai contoh di waktu silam, ada daerah-daerah tertentu dimana penduduknya punya kebiasaan saling

Go to Top