#TanyaKrismapedia

“Gereja Katolik tidak mengenal perceraian untuk Sakramen Perkawinan yang sah (dua orang telah saling menerimakan Sakramen dengan Gereja sebagai saksi, dan telah disempurnakan dengan hubungan seksual). Maka perceraian dikategorikan dosa berat. Dalam dosa berat, umat tidak diperkenankan menerima Komuni Kudus.

Namun, karena ada kasus-kasus di pernikahan dimana pasangan terpisah, dengan salah satu pihak yang tetap bersikap benar, (misal suami yang maksa, bercerai padahal istrinya setia, atau sebaliknya) maka pihak yang tetap menghormati Sakramen Perkawinan yang telah sah, misalnya:
– walaupun pasangannya menceraikannya secara sepihak, pihak yang benar ini tetap teguh dalam Sakramen, tidak menjalin hubungan baru, dan tidak menikah lagi.
– pasangan yang menderita KDRT, dan demi keselamatan, memilih untuk pisah rumah (tanpa bercerai, tanpa menjalin hubungan baru atau menikah lagi).
– pasangan yang telah diselidiki ulang, ternyata memiliki cacat/halangan dalam kanonik (pernikahan tidak sah), sehingga perkawinannya dibatalkan (anulasi perkawinan).

Mereka yang memiliki kondisi seperti ini, tetap dapat menerima komuni.”

Kategori

REKOMENDASI

Min, kenapa Paskah identik dengan telur?

Telur Paskah berkembang dari tradisi-tradisi lokal yang menghubungkan telur dengan Paskah. Agak sulit mengetahui pastinya dari mana. Sebagai contoh di waktu silam, ada daerah-daerah tertentu dimana penduduknya punya kebiasaan saling

Go to Top