#TanyaKrismapedia

Gereja tidak pernah menganggap iman dan sains bertentangan, melainkan akan saling mendukung dalam upaya manusia mencari kebenaran. Malahan dalam ensiklik “Fides et ratio”, Paus St. Yohanes Paulus II “Iman dan akal budi ibarat dua sayap di mana roh manusia naik ke kontemplasi kebenaran, yaitu Tuhan sendiri.” Kalau iman dan akal budi kita dipakai dengan benar dengan moralitas yang baik, pasti kita akan sampai kepada kebenarannya Tuhan sendiri. Kamu bisa lihat bahwa banyak penemu-penemu teori yang ada sekarang dalam ilmu sains juga sangat mengedepankan iman mereka. Sebagai contoh: penemu teori genetika Gregor Mendel adalah iman Katolik, dsb.. Coba google banyak lagi penemu atau scientist Katolik.

Semua orang yang benar-benar mengerti sains pasti tahu bahwa otak manusia terbatas, dan sains belum mampu membuktikan segalanya. Maka pembuktian kebenaran tidaklah selalu melalui pembuktian ilmiah. Sebagai contoh: kasihmu kepada keluargamu itu adalah kebenaran yang tidak dapat diukur secara ilmiah. Kamu tahu tindakan mana yang benar dan yang buruk juga adalah kebenaran yang tidak mampu dibuktikan oleh sains. Selama kita hanya terpatok pada pembuktian sains saja, kita akan terus terlepas dari apa yang benar. Karenanya kita butuh iman yang tingkatnya melebihi akal budi kita, tapi tidak bertentangan dengannya.

Kamu bisa mendalami Katekismus Gereja Katolik No. 159 yang membahas tentang “Iman dan Ilmu Pengetahuan”.

Kategori

REKOMENDASI

Min, kenapa Paskah identik dengan telur?

Telur Paskah berkembang dari tradisi-tradisi lokal yang menghubungkan telur dengan Paskah. Agak sulit mengetahui pastinya dari mana. Sebagai contoh di waktu silam, ada daerah-daerah tertentu dimana penduduknya punya kebiasaan saling

Go to Top