#TanyaKrismapedia

1. Perlu diperhatikan dulu sih, apa yang dimaksud dengan doa itu.. Misalnya, apakah waktu berdoa, udah ngeh kalau kita bertemu dengan Tuhan, dan bukan cuma ngucap tanpa makna.. “A prayer in which a person is not aware of whom he is speaking to, what he is asking, who itu who is asking an of whom, I do not call prayer however much the lips move.” (St. Theresa Avila).

2. Cek apa ada hal-hal yang menghalangimu untuk bertemu dengan Tuhan dalam doamu? Misalnya, – kesombongan (kalau iya, coba datang dengan merendahkan diri, kalau bingung bagaimana caranya, bisa menggunakan postur eksternal seperti berlutut, supaya mendidik postur batinmu) – dosa-dosa yang tidak mau kamu akui (kalau yang ini, segeralah mengakuinya dalam Sakramen Tobat) – hanya mengajukan deretan permintaan lalu selesai, tanpa percakapan lebih lanjut (coba tinggal lebih lama untuk bercakap-cakap secara pribadi dengan Tuhan, bayangkan di dalam hatimu ada sebuah sofa, dan Tuhan duduk di situ, mengajakmu duduk di sebelah-Nya untuk ngobrol)

3. Kalau setelah sekian lama tidak pernah berdoa, terus berdoa, bisa jadi belum terlalu “tune in”. Yang penting dilakukan.

4. Kalau semua hal sudah dilakukan dan tetap merasa kering, ada kemungkinan memang periode ini perlu kamu lalui (misalnya, upaya kamu belajar setia dalam doa dan nggak mengandalkan sensasi-sensasi tertentu). Bunda Teresa juga pernah mengalaminya. Mohon rahmat Tuhan dalam situasi seperti ini, tetaplah berdoa, dan berharap pada Tuhan agar kondisi ni bisa berlalu.

Kategori

REKOMENDASI

Min, kenapa Paskah identik dengan telur?

Telur Paskah berkembang dari tradisi-tradisi lokal yang menghubungkan telur dengan Paskah. Agak sulit mengetahui pastinya dari mana. Sebagai contoh di waktu silam, ada daerah-daerah tertentu dimana penduduknya punya kebiasaan saling

Go to Top